KOMPARASI KETAHANAN PANGAN DALAM ISLAM DAN PBB

  • Irhamsyah Putra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Keywords: Komparasi Ketahanan Pangan dalam Islam, PBB

Abstract

Pangan lebih dari sekedar komoditas yang diperjualbelikan. Ia juga lebih dari sekedar nutrisi, pangan terkait dengan budaya psikologi hinga kebutuan sosial manusia. Konsep ketahanan pangan yang berlaku tidak berbeda jauh dengan ketahanan pangan yang ada dalam Islam akan tetapi suatu perbedaan yang mendasar, ketahanan pangan dalam Islam dikaitkan dengan keimanan kepada Allah S.W.T. Terkait dengan maqashid syari’ah yaitu, menjaga agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta benda. Bahkan pangan dalam keadaan tertentu bisa lebih menjadi prioritas dari pada ibadah itu sendiri.
Dengan metode deskriptif komparatif penulis membandingkan konsep ketahanan pangan yang berlaku di Indonesia dan berbagai negara muslim lainya dengan ketahanan pangan yang pernah adadalam Islam serta pencapaian yang pernah diraihnya, seperti ketahanan pangan pada masa Umar bin Khatab, sampai masa Turki Usmani. Pencapaian ketahanan pangan yang menerapkan syari’at Islam adakalanya dicapai dengan sistim khuraj, serta kepemilikan tanah
(Land Reform) yang pernah gagal diusahakan oleh Soekarno dan berhasil direalisaskian sampai berabad-abad yang dimulai pada masa Rasulullah S.A.W. Tidak hanya sampai di situ bahkan pada masa Turki Usmani, Imperium yang sudah mulai lemah ini telah memliki andil dalam menyelamatkan nyawa masyarakat Irlandia yang kelaparan.

Published
2019-06-03
Section
Articles